Narasi Ekologi tentang Indonesia 2019–2030
Pada satu sisi, Indonesia memasuki dekade 2020-an dengan ambisi besar: industrialisasi, ketahanan pangan, transisi energi, dan pariwisata kelas dunia. Pada sisi lain, Indonesia juga memikul beban ekologis yang rapuh: hutan tropis terakhir, gambut dalam, pesisir mangrove terluas di dunia, dan ribuan spesies endemik yang hidup dalam ruang sempit bernama “kawasan konsesi”. Di antara dua kepentingan inipertumbuhan dan keberlanjutankebijakan pembukaan lahan menjadi titik temu sekaligus titik benturan. Sejak 2019, negara secara sistematis merancang ulang peta ruangnya. Hutan, lahan pertanian, dan pesisir bukan lagi sekadar bentang alam, tetapi unit ekonomi potensial yang dapat dikonversi, dialihfungsikan, dan dioptimalkan. Dari sinilah narasi pembukaan lahan Indonesia dimulai: bukan sebagai tindakan ilegal semata, tetapi sebagai kebijakan resmi yang dilembagakan. Industri dan Energi: Ketika Hutan Menjadi Fondasi Beton Pembangunan kawasan industri sejak RPJMN 2020–2024...