YANG TERTINGGAL DI JALAN ITU BUKAN TAS ITU (6)
Humor “Sebagian orang sembuh dengan obat. Sebagian lagi… sembuh dengan tertawa di atas hal yang seharusnya tidak lucu.” Aku tidak ingat kapan tepatnya aku mulai tertawa pada hal-hal yang “tidak pantas ditertawakan.” Mungkin saat tulang pertama patah. Atau saat yang kedua. Atau mungkin setelah jumlahnya terlalu banyak… sampai otak berhenti menganggapnya sebagai kejadian luar biasa. Empat belas… lalu enam belas. Kalau ini koleksi, mungkin aku sudah layak buka museum kecil. Tiket masuk gratis, bonus cerita “ini patah karena apa.” Lucu, ya. Orang lain mengoleksi pengalaman indah. Aku mengoleksi cara tubuhku gagal bekerja sesuai rencana. Dan anehnya… aku baik-baik saja. Atau setidaknya… aku terlihat baik-baik saja. Karena di balik semua itu, ada satu hal yang selalu menyelamatkanku: humor. Bukan humor yang ringan. Bukan yang membuat semua orang nyaman. Ini jenis humor yang kadang membuat orang lain terdiam… lalu bertanya dalam hati: “dia serius… at...