Sebuah taman ( Tak Butuh Izinmu )
Pada awalnya, semua terasa ringan. Tidak ada tekanan. Tidak ada ekspektasi besar. Hanya pertemuan-pertemuan kecil yang tumbuh dengan sendirinya. Anak-anak datang. Duduk. Bertanya. Kadang berdebat dengan cara yang belum rapi, tapi jujur. Dan aku hanya ada di sana. Menemani. Tapi seperti semua hal yang mulai tumbuh, ruang itu perlahan mulai terlihat oleh orang lain. Dan ketika sesuatu mulai terlihat, dunia mulai memberi tanggapan. Tidak semua tanggapan itu hangat. Tidak semua orang melihatnya dengan cara yang sama. Ada yang bertanya dengan nada heran: “Ini sebenarnya tempat apa?” Ada yang mulai memberi saran, tanpa benar-benar memahami: “Harusnya dibuat lebih teratur.” “Anak-anak harus diarahkan.” “Jangan terlalu bebas, nanti tidak terkontrol.” Dan yang paling halus, tapi paling terasa: keraguan. Keraguan itu tidak selalu diucapkan. Kadang hanya terlihat dari cara orang memandang. Dari cara mereka bertanya. Dari jeda kecil sebelum mereka merespon. Seolah-olah mereka sedang mencoba m...