Seribu Mill (Semu)
Pintu itu membawanya bukan ke dunia nyata, tetapi ke sebuah ruangan transisi. Dingin. Sunyi. Dinding-dindingnya terbuat dari kaca buram yang memantulkan bayangannya sendiri dalam lipatan tak berujung, seperti galeri cermin yang dirancang untuk membuat siapa pun kehilangan orientasi. Di tengah ruangan, sebuah layar mengambang menampilkan deretan angka, TAHAP 1, ILUSI " Lepaskan." Bagus berdiri di hadapan layar itu, tubuhnya masih gemetar oleh pertemuannya dengan Laras. Ia telah menangis, ia telah berteriak, ia telah memecahkan cermin dan monitor. Tapi sekarang, ia dihadapkan pada sesuatu yang lebih sulit dari sekadar menghancurkan benda-benda: ia harus menghancurkan keyakinannya sendiri. Dari balik kaca buram, suara-suara mulai muncul. Suara-suara yang familiar. Suara Laras memanggil namanya dengan lembut. Suara Arda tertawa di kejauhan. Suara ibunya yang sudah lama meninggal, memintanya pulang untuk makan malam. Semua suara itu lembut, hangat, menggoda, seperti ta...