YANG TERTINGGAL DI JALAN ITU BUKAN TAS ITU (10)
Sesuatu yang Lebih Gelap Aku pikir aku sudah cukup jujur. Tentang rasa butuh. Tentang ego yang tersembunyi. Tentang kemungkinan bahwa aku tidak sepenuhnya “murni.” Ternyata belum. Masih ada satu lapisan lagi, yang tidak hanya tidak nyaman. tapi juga sedikit memalukan untuk diakui. “Tidak semua kebaikan lahir dari cahaya. Sebagian, tumbuh dari bayangan yang tidak pernah kita akui.” Bagaimana kalau, aku tidak hanya butuh merasa dibutuhkan? Bagaimana kalau aku juga, menikmati kekacauan itu? Aku diam cukup lama saat pikiran itu muncul. Karena ini bukan lagi soal niat baik yang bercampur ego. Ini sesuatu yang lebih dalam, dan lebih gelap. Ada momen-momen tertentu, saat situasi menjadi genting, saat orang lain panik, saat semuanya di ambang kacau, dan justru di sanalah aku merasa paling tenang. Paling fokus. Paling “hidup.” Itu bukan kebetulan. Dan kalau aku jujur, itu bukan sekadar kemampuan. Itu sesuatu yang aku nikmati. Di tengah api, aku ...