YANG TERTINGGAL DI JALAN ITU BUKAN TAS ITU (11)
Pulang, Tapi Tidak Sama “Ada yang kembali dari perjalanan dengan cerita. Ada yang kembali… dengan versi dirinya yang tidak lagi sama.” Akhirnya, aku kembali. Bukan dengan langkah yang sempurna. Masih ada sedikit pincang. Masih ada rasa yang sesekali mengingatkan: “kamu belum sepenuhnya utuh.” Tapi aku tetap berjalan. Pelan. Lebih pelan dari biasanya. Dan anehnya… aku tidak terburu-buru. Hutan itu masih sama. Udara masih membawa aroma tanah basah. Daun-daun masih berbisik dengan cara yang tidak pernah benar-benar bisa dijelaskan. Aku berhenti sejenak. Menarik napas panjang. Dan seperti yang selalu terjadi, satu kalimat muncul begitu saja: “Ah… ini rasanya pulang.” Tapi kali ini… ada sesuatu yang berbeda. Bukan pada hutan. Bukan pada udara. Bukan pada dunia di sekitarku. Yang berubah… aku. Aku tidak lagi melihat semuanya dengan cara yang sama. Dulu, setiap langkah terasa seperti panggilan. Setiap risiko terasa seperti sesuatu yang ...