Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Iblis kecil di pinggir hutan

" Aku memilih menjadi iblis kecil di pinggir hutan." Setidaknya api di tandukku masih cukup jujur untuk menyalakan rokok, bukan membakar hutan demi tepuk tangan manusia." “Aku memilih menjadi iblis kecil di pinggir hutan." Sebab malaikat terlalu sibuk menjaga sayapnya tetap putih, sementara dunia diam-diam terbakar oleh sinarnya yang tampak suci. Aku duduk di teras rumah sambil menyalakan rokok dengan api khayal di ujung tandukku sendiri. Pagi baru saja bangun. Burung-burung mulai ribut seperti pegawai kantor yang takut terlambat absen kehidupan. Kupu-kupu beterbangan tanpa tahu bahwa manusia sedang sibuk menggambar batas tanah, membuat sertifikat kepemilikan, lalu menyebut dirinya makhluk paling beradab di muka bumi. Lucu memang. Seekor kupu-kupu bisa hidup tanpa pernah merasa perlu menjadi gubernur bagi bunga. Tetapi manusia selalu merasa perlu menjadi penguasa bagi segala sesuatu. Musang gemukku berlari kecil di halaman, lalu memanjat pohon pepaya dengan semang...