Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Sebuah taman ( Mengganggu isi kepala)

Kita sering keliru menganggap warisan sebagai sesuatu yang kasat mata  bangunan megah, nama yang terukir di papan marmer, atau pengakuan publik yang diberikan dengan upacara penghormatan. Padahal, sebagian dari hal yang paling bertahan justru tidak pernah memiliki bentuk fisik yang bisa dipegang atau difoto. Warisan sejati hidup dalam cara seseorang memilih untuk diam ketika hatinya berteriak ingin meluapkan kemarahan, dalam cara seseorang mendengar dengan penuh perhatian ketika ia bisa dengan mudah menghakimi dan memberikan vonis, dan dalam cara seseorang memilih untuk tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat atau memberi penghargaan atas perbuatannya. Hal-hal yang tak terukur inilah yang sebenarnya menjadi peninggalan paling abadi, melampaui usia dan waktu, bertahan ketika bangunan sudah runtuh dan nama sudah terlupakan. Awalnya, aku tidak pernah memikirkan konsep "warisan" sama sekali. Taman yang kutata, rumah singgah yang terbuka bagi siapa saja, percakapa...