YANG TERTINGGAL DI JALAN ITU BUKAN TAS ITU (7)
Bercanda dengan Takdir “Ada orang yang melawan takdir. Ada yang menerima. Dan ada yang… menggodanya sambil tertawa kecil.” Aku mulai curiga. Bukan pada hidup. Bukan pada hutan. Tapi pada sesuatu yang lebih abstrak, sesuatu yang orang suka sebut dengan nada serius: takdir. Karena jujur saja… hubungan kami ini mulai terasa seperti hubungan lama yang aneh. Ia menjatuhkanku. Aku bangkit. Ia melempar batu. Aku bilang, “kurang besar.” Ia mematahkan tulang. Aku menghitungnya… seperti koleksi. Enam belas. Kalau ini permainan, aku tidak tahu siapa yang sedang menang. Tapi satu hal pasti, kami berdua sama-sama tidak bosan. Aku membayangkan takdir itu duduk di suatu tempat, melihat ke arahku sambil berpikir: “yang ini… kenapa tidak kapok-kapok?” Dan jujur, aku juga punya pertanyaan yang sama. Kenapa aku tidak berhenti? Kenapa aku tetap masuk hutan, tetap mengambil risiko, tetap melakukan hal-hal yang secara logika… bisa dihindari? Jawabannya t...