Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Seribu Mill (Dinding yang Menyusut)

  Tiga malam telah berlalu sejak Bagus berdiri di hadapan pintu kayu berukir itu, dan setiap malam ia kembali ke lorong yang sama, berdiri di depan pintu yang sama, dengan tangan yang tetap menggantung di udara,tidak berani membuka, tidak mampu berpaling. Pintu itu tidak pernah hilang, tidak pernah berubah. Ia hanya menunggu, seperti jurang yang sabar menanti jatuhnya seseorang. Tapi malam ini, ada yang berbeda. Bagus terbangun bukan karena bisikan, bukan karena mimpi buruk, tetapi karena ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya: sesak. Bukan sesak di dada, tetapi sesak di seluruh ruangan. Dinding-dinding kamarnya seakan merapat, mendekat perlahan, seperti paru-paru yang kehilangan udara. Ia duduk di tepi tempat tidur, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa langit-langit kamarnya lebih rendah dari yang ia ingat. Plafon putih yang dulu mulus kini terasa seperti menekan kepalanya dari atas, dan dinding-dinding di sekelilingnya tampak lebih dekat, lebih se...

Seribu Mill (Dunia yang Terlalu Teratur)

Di Pagi yang Lain. Bagus mulai menyadari bahwa kejanggalan tidak hanya terjadi di dalam rumahnya, tetapi juga merembes ke luar,ke jalanan, ke pasar, ke setiap sudut yang ia kunjungi. Dunia di luar rumahnya bukanlah dunia yang ia kenal, melainkan replika yang terlalu sempurna, terlalu teratur, dan terlalu mati. Hari kelima sejak ia menemukan buku catatan itu, Bagus memutuskan untuk berjalan lebih jauh dari biasanya. Ia ingin melihat apakah ada sesuatu yang berbeda di luar lingkungan tempat tinggalnya, sesuatu yang bisa mematahkan ilusi bahwa semuanya hanya berputar di sekitar rumahnya. Ia melangkah melewati gerbang perumahan, melewati pos keamanan yang dijaga oleh seorang satpam yang selalu tersenyum dengan gigi yang terlalu putih dan seragam yang terlalu rapi. "Selamat pagi, Pak Bagus," sapa satpam itu, dengan nada yang sama persis setiap hari. "Cuaca cerah, ya? Hari yang baik untuk berjalan-jalan." Bagus mengangguk tanpa menjawab. Ia sudah bosan mendengar k...